
Berdasarkan penelitian UI, terlihat bagaimana perilaku menyimpang remaja masa kini. 97 persen anak remaja sudah menonton film porno. menurut merdeka.com. Tidak hanya itu, bahwa 62,7 persen remaja wanita sudah tidak perawan dan 21,2% remaja wanita telah melakukan aborsi. Dan rata rata mereka kehilangan keperawanan diusia dibawah 20Thn. Ini sungguh miris sekali, banyak anak sekolah yang mencoba-coba hal tersebut sehingga mereka ketagihan dan terbiasa melakukan hal tersebut.
Baca juga!! Trip to Pulau Pahawang
Saat ini peran teknologi menjadi pengaruh paling besar dalam penyumbangan kontent pornografi. Banyak sekali web yang menyediakan konten-konten pornografi bahkan yang terbaru dengan sistem Virtual Reality (VR). Yang seolah olah kita memang melihat secara langsung konten beracun dan merusak tersebut. Bagaimana untuk tahun tahun selanjutnya? dan bagaimana untuk anak kita dimasa depan?. Teknologi informasi bak pisau yang dapat bermanfaat jika kita gunakan dengan baik, dan dapat melukai kita jika kita tidak tahu cara menggunakannya dan menggunakan untuk hal yang negatif. oleh karenanya, pengawasan oleh orangtua terhadap anaknya menjadi hal yang wajib dan tidak boleh tidak untuk menyelamatkan generasi selanjutnya.
Yang terbaru kemarin kita dengar bahwa ada sebuah grup di sosmed yang menceritakan kisah kisah yang sangat mencengangkan dan menhancurkan hati para orang tua. Mereka menceritakan pengalaman mereka melakukan hal yang tidak senonoh kepada anak kecil berumur kurang dari 12 Tahun. Grup yang bernama loli tersebut menggegerkan publik bahwa diluar sana banyak sekali pedofilia bersebaran dimana-mana. Setelah itu, yang paling baru adalah penemuan gerombolan Pelaku LGBT yang sedang berpesta sex di sebuah ruko di kawasan kelapa gading jakarta. Bukan main-main, ratusan orang terazia ditempat haram tersebut.
Baca Juga!!! Cara membuka google di China
Ada apa dengan moral pemuda pemudi bangsa kita saat ini? dan bagaimana cara menanggulanginya dan memperbaikinya?.
Beberapa hal yang menurut saya penting untuk diterapkan, yaitu:
Pertama, adalah dengan menerapkan pendidikan moral sejak dini dengan memberikan pendidikan agama sedini mungkin. Pendidikan agama yang bisa membentengi anak-anak kita dari hal hal yang memang diharamkan dalam agama. Dengan pendidikan agama, anak kita bisa membatasi pergaulannya dengan lawan jenisnya. Dan mengetahui batasan batasan pergaulan dengan lawan jenisnya. Tentu saja pendidikan moral dan agama ini adalah tugas utama orangtua.
Kedua, pihak sekolah yang melarang setiap lawan jenis berdua duaan dimanapun dan kapanpun. Dengan ketegasan dari pihak sekolah, akan membuat ketakutan sendiri untuk para siswa ketika berduaan dengan lawan jenisnya. Dan ini akan membatasi pergaulan mereka.
Ketiga, Setiap pemilik kost kost san harus ketat dalam menerima penyewa kost dan tamu nya. Jangan sampai karena kecuekan pemilik kost, menjadi peluang bagi para remaja untuk melakukan hal yang negatif. Menurut saya, pemerintah dalam hal ini RT/RW harus lebih aktif lagi dalam menegakkan aturan kost kostsan. Dan tidak sungkan sungkan memberikan hukuman sosial bagi para pelanggar, agar terciptanya efek jera pada para pelanggar.
Baca Juga!!! Cara mengembalikan file yang di Hiden
Keempat, Pembatasan umur penggunaan smartphone. Anak yang belum dewasa cenderung akan menggunakan smartphone untuk hal yang negatif, karena mereka belum benar-benar mengerti dan memiliki rasa penasaran yang banyak. Meski pemerintah sudah memblokir website-website yang mengandung konten pornografi. Tapi, begitu banyak aplikasi yang dapat sangat mudah melewati pemblokiran situs-situs negatif yang telah di blokir oleh pemerintah. Pemberian smartphone hanya untuk orang-orang yang benar-benar siap, mengerti peraturan UU ITE dan dapat menggali manfaatnya dengan baik.
Kelima, adalah pengawasan orangtua dalam semua ruanglingkup anaknya. Pergaulannya, Sekolahnya, pengecekan smartphonenya, dan sering mengajak komunikasi anaknya. Jangan sampai orangtua sibuk bekerja dan mengorbankan anaknya sendiri.
Dengan kelima hal tadi, jika diterapkan oleh setiap orangtua dengan sosialisasi yang bagus dan gencar. Mungkin moral bangsa kita akan terselamatkan dan lebih baik lagi. Karena indonesia itu negara bermoral yang agamis, sehingga sungguh malunya kita jika kerusakan moral pemuda kita terus berlanjut. (01/06) indra
No comments:
Post a Comment